Predikat Qatar Buruk Terkait Pekerja Migran Piala Dunia 2022

21 November 2022, atau empat tahun kurang sehari lagi, Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar. Piala Dunia tersebut adalah Piala Dunia pertama yang bakal diselenggarakan pada musim dingin. Selain itu, turnamen tersebut juga merupakan yang pertama kali dihelat di kawasan Timur Tengah.

Di tengah persiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar kembali mendapat penilaian buruk. Riset yang dilakukan Amnesti Internasional, kelompok pembela hak asasi manusia, menemukan bahwa pihak berwenang di Qatar tidak memenuhi janji mereka untuk melindungi hak sekitar dua juta pekerja migran di negara itu.

"Langkah penting untuk memperbaiki hak pekerja sudah terlewati sejak perjanjian ditandatangani dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 2018," demikian pernyataan Amnesti Internasional seperti yang dilansir oleh onbet 789.

Amnesty International (AI) memberikan laporan 78 pekerja migran yang mengerjakan pembangunan stadion Piala Dunia 2022 di Qatar gajinya belum dibayar.

Diwartakan link alternatif bandarjudiqq onbet789.com, para pekerja tersebut terlibat dalam pembangunan Stadion Iconic Lusail di kota Lusail yang direncanakan bakal menjadi venue pembukaan dan final. Dalam laporan AI, 78 pekerja asing yang berasal dari Nepal, India, dan Filipina gajinya belum dilunasi sejak Februari 2016.

Pengabaian HAM yang dialami oleh para pekerja sepertinya dilakukan untuk mengebut pengerjaan stadion serta infrastruktur, pemerintah Qatar banyak mendatangkan pekerja migran dari Asia Selatan serta Asia Tenggara. Sampai 2015 lalu, setidaknya 1.200 pekerja migran meninggal dunia karena kondisi kerja yang buruk.

Tapi, negeri di Timur Tengah ini memiliki kelebihan tersendiri. Qatar adalah negara mungil. Jarak terjauh dari satu titik ke titik lain di negeri itu hanya 180 km.

Jumlah penduduk di sana pun sangat sedikit, hanya mencapai 2,5 juta orang. Namun, fakta inilah yang justru membuat Infantino yakin bahwa Piala Dunia di Qatar bisa berjalan sangat lancar.

"Jarak dari stadion satu ke stadion lain paling lama hanya satu jam perjalanan. Negara ini juga sudah punya infrastruktur bagus yang siap untuk menjamu tamu-tamu dari seluruh dunia. Suhu udaranya juga bakal sangat nyaman, antara 15 dan 25 derajat Celcius di Doha (ibu kota Qatar, red). Ini adalah situasi yang ideal untuk event seperti Piala Dunia," ujar Infantino.

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment