Kerja Sama FIFA dan Qatar untuk Piala Dunia 2022 yang Menggemparkan

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, setuju membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk mengorganisasi penyelenggaraan turnamen sepak bola akbar sejagad, bandarjudiqq online melaporkan pada Senin (11/02).

 

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan pihaknya akan menguasai 51 persen saham dalam perusahaan patungan tersebut, sedangkan panitia penyelenggara Qatar akan menggenggam 49 persen.

 

Lalu bagaimanakah persiapan tim nasional Qatar untuk Piala Dunia 2022?

 

Pasca menjuarai Piala Asia 2019, tim sepak bola nasional Qatar kini semakin percaya diri untuk bisa membangun tim yang lebih kuat lagi dalam menghadapi tantangan lebih besar pada Piala Dunia 2022, saat mereka menjadi tuan rumah.

 

"Hari ini kami membuat sejarah dan harus bangga dengan prestasi ini. Ini sebuah langkah untuk membangun tim menghadapi tantangan berikutnya agar siap di Piala Dunia, 2022," kata pelatih tim Qatar Felix Sanchez di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

 

Qatar melakukan lompatan luar biasa setelah sukses menjadi juara Piala Asia 2019. Negeri itu, sekarang, menempati ranking 38 FIFA setelah sebelumnya berada di urutan ke-55.

 

Anak asuh Felix Sanches itu membuat kejutan tahun ini. Sebab pada laga sebelumnya, Qatar tidak pernah masuk ke semi final. Prestasi tertinggi negeri tersebut masuk delapan besar pada 1988 dan 2011 ketika menjadi tuan rumah.

 

Namun, Uni Emirat Arab dan Qatar, dianggap sebagai tim favorit pada turnamen bergengsi negara-negara Asia tersebut.

 

Pada laga Piala Asia yang digelar di Uni Emirat Arab itu, Qatar memenangkan tujuh dari pertandingan yang dijalani. Dari pertandingan tersebut, Qatar memasukkan 19 gol dan hanya kebobolan sekali saat mengalahkan Jepang di final 3-1.

 

Kembali ke kerjasama FIFA dan Qatar, melansir dari Onbet 789, Presiden FIFA Gianni Infantino pada 2016 mengungkapkan organisasi sepak bola dunia itu akan mengambil kendali lebih besar untuk penjualan tiket dan penyelenggaraan turnamen. Infantino mengaku keputusan itu lebih didorong oleh efisiensi, bukan karena tidak ada kepercayaan dengan kemampuan tuan rumah.

 

Hingga saat ini, panitia penyelenggaraan Piala Dunia di negara tuan rumah biasanya harus mengatur secara mandiri. FIFA hanya sesekali melakukan inspeksi berkala kemajuan persiapan. Pengaturan itu biasanya sering mengakibatkan ketegangan.

 

Menjelang gelaran Piala Dunia 2014, sekretaris jenderal FIFA pada saat itu, Jerome Valcke, membuat berang tuan rumah Brazil karena mengatakan negara itu butuh “dipecut” untuk mempercepat persiapan.

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment